Presiden Jokowi dan PM Malaysia Muhyiddin Yassin Sepakat: Menolak Kudeta Militer di Myanmar

- 6 Februari 2021, 07:05 WIB
Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan PM Malaysia Muhyiddin Yassin di Istana Negara
Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan PM Malaysia Muhyiddin Yassin di Istana Negara /antaranews

Presiden Jokowi menegaskan bahwa hal itu harus dilakukan untuk mewujudkan visi komunitas ASEAN.

Baca Juga: PBB Akan Melakukan Segala Cara Untuk Menggagalkan Kudeta Militer Myanmar

Baca Juga: Mencari Asal Usul Covid-19, WHO Akan Teliti Gua Kelelawar di China

Sehingga penting bagi semua negara anggota untuk terus menghormati prinsip-prinsip piagam ASEAN, terutama prinsip rule of law, good governance, demokrasi, hak asasi manusia, dan pemerintahan yang konstitusional.

Senada dengan Presiden Jokowi, PM Malaysia Muhyiddin Yassin juga mendukung digelarnya pertemuan para Menlu ASEAN.

PM Muhyiddin mengatakan, Malaysia juga akan memandang serius keadaan politik yang terjadi saat ini di Myanmar.

Menurut Muhyiddin kudeta di Myanmar dinilainya sebagai sebuah langkah kemunduran dalam proses demokrasi di Myanmar.

“Kerusuhan politik di Myanmar dikhawatirkan dapat memengaruhi perdamaian dan stabilitas di kawasan,” ujar PM Muhyiddin.

Baca Juga: Kota Bogor Berlakukan Ganjil Genap di Akhir Pekan, Bima Arya: Untuk Mengurangi Mobilitas Warga

Baca Juga: The Penthouse Season 2: Cheon Seo Jin Kembali dengan Sifatnya yang Lebih Kejam dan Licik!

Halaman:

Editor: Mula Akmal

Sumber: setkab


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah