Gibran Tantang KPK, Rocky Gerung: Itu Menunjukkan Seseorang Sedang Menyembunyikan Sesuatu

- 23 Desember 2020, 10:57 WIB
Pengamat politik, Rocky Gerung.
Pengamat politik, Rocky Gerung. /Harry T/Antara

JURNALSUMSEL.COM – Nama putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka ikut terseret ke dalam kasus korupsi bansos beberapa hari ini.

Gibran disinyalir merekomendasikan goodie bag untuk bansos ke PT Sritex, yang mana untuk diketahui baru-baru ini mantan Menteri Sosial Juliari Batubara sudah lebih dulu jadi tersangka atas kasus korupsi bansos yang nilainya hingga miliaran.

Kabar terseretnya nama Gibran dan juga PT Sritex ini sudah dibantah baik oleh Gibran sendiri maupun PT Sritex.

Baca Juga: Dana BPUM BLT UMKM Rp2,4 Juta Bisa Ditarik Kembali Jika Tak Diambil, Ini Syaratnya Hanya Modal KTP!

Baca Juga: Kemnaker Upayakan BLT BPJS Ketenagakerjaan Termin 2 Akan Disalurkan Hingga Capai 12,4 Juta Pekerja!

Gibran bahkan menantang KPK untuk membuktikan jika memang ada keterlibatan dirinya dalam kasus korupsi bansos.

Namun, pernyataan Gibran justru mendatangkan kritik dari Pengamat politik Rocky Gerung.

Sebelumnya, Gibran mengatakan dalam keterangannya untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut ke KPK dan PT Sritex.

“Silakan cek ke Sritex, cek ke KPK. Kalau ada buktinya sini dibuktikan. Tidak ada yang seperti itu,” kata Gibran.

Sebelumnya, artikel ini sudah lebih dulu diterbitkan di Pikiran Rakyat Bekasi dengan judul "Gibran 'Tantang' KPK Buktikan Dugaan Korupsinya, Rocky Gerung: Ini Fenomena Nyala Lilin".

Menanggapi pernyataan Gibran tersebut, Rocky Gerung menyayangkan kalimat yang keluar dari mulut Gibran.

Baca Juga: Bagikan Kabar Duka, Mahfud MD: Wafat dalam Keadaan Salat dan Berwudhu

Baca Juga: BST Tidak Cair Sesuai Jadwal? Ternyata Begini Alur Pencairannya!

Menurutnya, jika memang Gibran perhatian terhadap maraknya kasus korupsi di tanah air, tidak seharusnya mengatakan pernyataan yang bersifat menantang seperti itu.

“Kalau memang ada jiwa besar, seharusnya mengatakan ‘ok sangat mungkin ada peristiwa di belakang saya yang saya tidak ketahui, maka saya bersedia dipanggil;”, ujar Rocky Gerung.

Namun lantaran ekspresi yang dilontarkan Gibran adalah “silahkan buktikan”, Rocky Gerung menilai hal tersebut merupakan pemilihan kata dan bahasa tubuh yang arogan.

“Itu menunjukkan bahwa seseorang sedang menyembunyikan sesuatu, itu cara kita membaca bahasa tubuh politik begitu,” ucapnya.

Rocky Gerung juga mengilustrasikan ucapan Gibran yang seolah menantang KPK seperti sebuah lilin.

“itu namanya fenomena lilin, lilin itu sebelum dia padam, dia menyala terang menderang terus padam karena sumbunya habis, demikian juga dalam isu ini,” jelasnya.

Menurutnya gejala-gejala seperti ini menunjukkan bahwa kekuasaan sedang pontang-panting karena diterpa masalah setiap harinya yang tak kunjung usai.

Baca Juga: Istri Edhy Prabowo Tak Boleh Ke Luar Negeri Selama 6 Bulan Setelah Diperiksa Sebagai Saksi

Baca Juga: Seleksi CPNS 2021 Dibuka Maret, Pahami Kriterianya dan Atasi 5 Kesalahan Ini Agar Lolos Seleksi!

Sebelumnya, di media sosial muncul tagar #TangkapAnakPakLurah yang menjadi trending topic di Twitter. Pak Lurah disebut-sebut sebagai kode pengganti Presiden Jokowi.

Tagar tersebut viral karena baru-baru ini nama Gibran ikut disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi bansos Kementerian Sosial.

Gibran yang juga saat itu menjadi calon Wali Kota Solo dikabarkan merekomendasikan pebuatan tas untuk bansos ke PT Sritex.

Namun terkait tudingan aliran dana korupsi untuk pemenangan calon kepala daerah, Gibran menegaskan hal itu tidak benar.

Menurutnya, dana kampanye dapat dicek kepada tim pemenangan atau website KPU. Gibran menyebut dirinya sudah transparan dalam melaporkan dana kampanye.***(Ghiffary Zaka/PR Bekasi)

Editor: Aisa Meisarah

Sumber: PR BEKASI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah