Meski Dipenjara Karena Kritik Hasil Tes CPNS, Sebagai Dosen Saiful Mahdi Tetap Mengajar dari Bui

- 5 September 2021, 13:05 WIB
Dosen USK Saiful Mahdi (kemeja putih) bersama kuasa hukumnya Syahrul (kanan) saat memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banda Aceh, di Banda Aceh. ANTARA/HO-Dok.pribadi.
Dosen USK Saiful Mahdi (kemeja putih) bersama kuasa hukumnya Syahrul (kanan) saat memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banda Aceh, di Banda Aceh. ANTARA/HO-Dok.pribadi. /

JURNALSUMSEL.COM - Dipenjara karena kritik hasil tes CPNS. Dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Dr Saiful Mahdi harus mendapat hukuman penjara karena diadukan soal pencemaran nama baik.

Dikutip dari Antara News, kepastian Saiful Mahdi tetap mengajar diungkap LBH Banda Aceh. Saiful Mahdi adalah dosen Universitas Syiah Kuala (USK).

Meski dirinya sedang menjalani hukuman di dalam tahanan, Saiful Mahdi berjanji akan tetap memberi pelajaran pada mahasiswanya.

"Kita pastikan aktivitas mengajarnya selaku dosen yang mengambil beberapa mata kuliah di Fakultas MIPA USK bisa tetap berlangsung selama di penjara," kata Direktur LBH Banda Aceh Syahrul sekaligus kuasa hukum Saiful Mahdi, di Banda Aceh pada Jumat, 3 September 2021.

Baca Juga: Gerakan Sholat Dapat Menambah Berat Badan Seseorang, Begini Caranya Menurut dr. Zaidul Akbar

Sebagai informasi, Saiful Mahdi divonis bersalah oleh PN Banda Aceh. Hakim saat itu menjatuhkan hukuman tiga bulan penjara terhadap Saiful Mahdi.

Dia dinilai melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dosen Fakultas MIPA USK itu dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mentransfer muatan pencemaran nama baik tentang hasil tes CPNS dosen Fakultas Teknik kampus tersebut.

Usai mendapat vonis dari PN Banda Aceh, Saiful Mahdi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh hingga Kasasi ke MA. Akan tetapi, semua putusan menguatkan hasil keputusan PN Banda Aceh.

Baca Juga: Menaker Sebut Bantuan Subsidi Upah BSU Kemnaker Tahap 3 Hingga 5 Cair Sampai Oktober 2021, Cek Syaratnya!

Saiful Mahdi tetap harus menjalani hukuman penjara selama tiga bulan dan denda Rp10 juta atas kritikannya di grup whatsapp internal USK tentang hasil tes CPNS dosen Fakultas Teknik kampus tersebut.

Kejaksaan Negeri Banda Aceh menentukan Saiful Mahdi menjalani pidana penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar.

Syahrul mengatakan, saat mengantarkan Saiful Mahdi Lapas, pihaknya meminta kepada Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh S Mahdar untuk memberikan ruang mengajar bagi dosen tersebut.

Permintaan ini, kata Syahrul, disambut baik Kalapas, bahkan nantinya juga bakal dipersiapkan fasilitas lengkap untuk memenuhi keperluan belajar mengajar.

Baca Juga: Simak! Ini Aturan dari BKN Bagi Peserta SKD CPNS 2021 yang Positif Covid-19

"Kalapas menjamin proses mengajar Saiful Mahdi, apalagi disampaikan di sana juga tersedia fasilitas internet, begitu juga alat-alat mengajar secara online lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, S Mahdar menjamin bahwa proses belajar mengajar Saiful Mahdi nantinya tidak akan ada hambatan apapun, karena memang fasilitas yang dibutuhkan telah tersedia.

“Kita akan memfasilitasinya, tinggal jadwal dan teknisnya saja bisa dibicarakan lagi nanti bersama petugas,” kata S Mahdar.***

Editor: Mula Akmal

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah