Minta Dilakukan Doa Lintas Agama, Menag Gus Yaqut: Ini Kementerian Agama, Bukan Kementerian Islam

- 7 April 2021, 20:00 WIB
Menag Gus Yaqut.*
Menag Gus Yaqut.* /Instagram.com/@gusyaqut

JURNALSUMSEL.COM-  Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Qoilil Qoumas atau Gus Yaqut menjelaskan wacananya yang ingin menerapkan pembacaan doa lintas agama.

Gus Yaqut mengatakan bahwa wacana pembacaan doa lintas agama yang sempat dia lontarkan masih sebatas saran untuk dilakukan di internal Kementerian Agama (Kemenag).

Hal itu disampaikan Gus Yaqut usai mengisi seminar pemikiran di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jawa Timur pada Selasa, 6 April 2021.

"Itu kan bersifat internal, di lingkungan Kemenag. Itupun hanya untuk kegiatan berskala besar seperti Munas (musyawarah nasional)," kata Gus Yaqut, seperti dikutip Jurnal Sumsel dari ANTARA.

Gus Yaqut menjelaskan pembacaan doa lintas agama didasari asumsi bahwa Kementerian Agama tidak hanya menaungi satu agama saja. Melainkan semua agama yang ada dan diakui di Indonesia.

Baca Juga: Menag Gus Yaqut Izinkan Sholat Terawih dan Idul Fitri 1442 Secara Berjemaah, Asalkan Penuhi Persyaratan Ini

Baca Juga: CPNS 2021 dibuka Bulan Mei, Simak Ketentuan Pendaftaran Seleksi di Sini

"Ingat, ini Kementerian Agama. Menaungi semua agama yang diakui di negara ini. Bukan Kementerian Islam yang hanya menaungi satu agama Islam saja," tegasnya.

Oleh karenanya, Gus Yaqut menganggap, doa lintas keyakinan dirasa perlu dilakukan agar menjadi representasi keterwakilan masing-masing pemeluk agama yang ada di lingkup organisasi kepegawaian Kemenag.

"(Bukankah) negara ini didirikan oleh banyak agama. Bukan Islam saja," ujarnya.

Bahkan, Gus Yaqut mencontohkan kegiatan munas di lingkungan Kemenag yang selalu diawali dengan pembacaan doa bersama secara Islam.

Menurut Gus Yaqut, tujuan mulia dari pembacaan doa tersebut adalah memohon keselamatan kepada Allah SWT, agar pegawai diingkungan Kemenag dijauhkan dari perbuatan munkar dan korupsi.

"Orang yang ingat dengan Tuhannya, dia tidak akan berani 'ngutil' (mencuri/korupsi)," kata Gus Yaqut.

Baca Juga: Prediksi Bayern Munchen vs PSG di Liga Champions

Baca Juga: Ini 11 Poin Surat Edaran Menag Gus Yaqut Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H

Lebih lanjut, Gus Yaqut menuturkan bahwa doa lintas agama itu maksud (baik)-nya adalah untuk mengingatkan agar masing-masing umat di lingkup Kemenag tidak akan 'ngutil', tidak korupsi.

"Supaya juga tidak ada kesan yang berpotensi korupsi itu (pegawai) yang beragama Islam saja," imbuhnya.

"Asumsi saya, orang yang ingat kepada Tuhannya, maka dia tidak akan korupsi," sambungnya.

Sebelumnya, wacana pembacaan doa lintas agama yang dilontarkan oleh Menag Gus Yaqut mendapatkan penolakan dari berbagai pihak termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).***

Editor: Mula Akmal

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x